Karena sederhana tidak berbanding lurus dengan kesederhanaan
Hidup tuh ga se simple 
  • kanan atau kiri..
  • Atas atau bawah
  • Hitam atau putih
  • Baik atau buruk
dan segala sesuatu yang bersifat 2 efek (atau seperti dua sisi mata uang)

Aku tahu betul tentang itu, maka aku tidak mau kalah dengan hidup. aku pun ingin berkembang menjadi seorang yang rumit.

namun nasib..-atau bakat?- aku tetap saja simple. walau dengan ke simple-an ku.. tidak membuat hidupku lebih mudah..
hey kehidupan. memangnya tidak lelah yah? berjalan seperti itu setiap hari?

bergerak rumit, dengan perhitungan super rumit.

Hal ter simple yang menurutku pekerjaan rumit. adalah tata surya..
simple nya... mereka mempunyai orbitnya masing".. dan selalu bergerak pada porosnya, dengan kecepatan masing" yang juga telah ditentukan Yang Maha Kuasa.

rumitnya..
coba kita analogikan, manusia itu salah satu dari tata surya, dan aturan/hukum adalah orbitnya.
sulit bukan? bagaimana bisa kita selalu berjalan pada porosnya setiap waktu. membosankan. namun apa yang terjadi bila keluar dari orbit?

bagaimana bila Venus loncat mengikuti orbit bumi? atau ada planet yang berbalik arah.

ergh. mengerikan.

segala sesuatu yang sederhana, dibangun dari sesuatu yang  rumit.
sebaliknya, sesuatu yang rumit, dbangun dari sesuatu yang sederhana.

maka dari itu, aku berani bilang bahwa kehidupan itu rumit, karena terlalu sederhana. dan hal yang sederhana dibangun dari sesuatu yang rumit. maka.. hal yang terlalu sederhana, dibangun dari?
*aku harap kata" ku cukup dimengerti*

aku tidak habis pikir, dunia yang sesederhana ini... sangat berjalan mulus dengan perhitungan sempurna!

baiklah, apa yang aku pikirkan sebenarnya?

Bila aku mendapati suatu masalah yang cukup rumit.. possibility nya adalah, aku kurang berusaha menata hal-hal rumit itu untuk menjadi hal yang sederhana, di awal. Maka, harus kukerjakan dengan waktu yang lebih panjang, karena hal rumit yang kutinggalkan pasti bertambah rumit. dan tugasku lah untuk menjadikannya sederhana.
2 comments
Antara Aku dan sebuah kata>> Dewasa
Sebelumnya aku bersikukuh untuk tetap menjadi aku yang seperti ini.. tidak mau tahu, tidak peka, egois, kekanak-kanakan dan segala tingkah tidak dewasa. dengan pemikiran.. umurku masih muda, harus kunikmati semaksimal mungkin, setidaknya sampai umurku 20 something dan patut untuk Dewasa. malah harus. namun sejalan dengan waktu. aku bertemu berbagai tipe manusia, dan sepertinya tipikal manusia yang mirip denganku, seperti yang kusebutkan di awal blog ini.

#nyengir

lalu apa yang terlintas di otak level patrick star ku ini?
MENGERIKAN

bahkan aku hampir kewalahan menghadapi manusia seperti itu. dan aku pun takut... apa aku seperti itu? aku berkaca dengan berusaha me replay yang terjadi selama aku hidup.. dan hasilnya?

MENGERIKAN

Sepertinya aku memang seperti itu, kekanak-kanakan, seenaknya, dan segala sikap buruk sangat melekat dengan image ku..

hingga akhirnya seperti ada kata" yang begitu saja tersirat di otakku
"Bagaimana bila mencoba menjadi Dewasa? kamu bahakan belum pernah mencoba bagaimana meredam emosimu, rin... tersenyum ketika orang menyakitimu.. atau sekedar diam menghela nafas.. dan berusaha memaafkan.. sulit? pasti. namun itu lebih baik daripada menyakiti dirimu dengan sifat" kekanak-kanakan yang hampir tidak dapat ditoleransi..."

Aku terdiam, membuka mata dan berusaha mengerti apa kata hatiku, menyaringnya dengan level otak selevel Otak Patrick Star...

Sepertinya memang Belajar untuk Dewasa, adalah pilihan terbaik.
setidaknya untuk melindungi diriku dari rasa sakit yang disebabkan segala pikiran egois =)

dan pe er saya berikutnya adalah.. meng upgrade otak agar setidaknya selevel dengan Einstein..
KeIdiot-an nya, setingkat di atas Patrick Star, bukan??

#nyengir
0 Comment