Hi!
Akhir-akhir ini posting tweet ga sebanyak dulu... ada temen .. Karin namanya (Hei kar! baca blog inih ga? hhee)yg merhatiin timeline terus nge sms "Rin, kenapa ko jarang nge tweet.. katanya pake android.. masa ga ada pulsa?" (Basicly, saya emang terkenal gapunya pulsa) ya trus dijawab "Gatau apa yang harus di tweet soalnya.. hhaaa =)" trus  dibales lagi "Dulu sering amat nge tweet hal remeh, apapun yang seru, yang garing, yang gapenting, tweet-tweet aja. sok sibuk ah LOL"

And it really makes me thinkin how a tweet addict i am.. sampe tweet belasan ribu =)) nge tweet ga selang se-jam. 

Tapi rada sadar sih.. frekuensinya ga sebanyak dulu. and she ask me why.. hmm kalau fb mah dari dulu juga udah jarang maenan kecuali group (Group juga jarang tapi)..  why dont i share everything in my twitter account? my sadness, my happiness. yah kecuali menuhin timeline sama tweet ga bermutu yang cuman ngobrol sama temen-temen SMA. i mean, its free to read.. no private conversation there.. *just in case, if u fell annoyed, im sorry. Less than three u guys*

Umm.. okay..
i know twitter and facebook are social media(s). i can share everything i wanted to, but either i can just have it and use in when i think i can share. i mean, i have damn Private Live! Kalau kesedihan emang jangan diumbar yah. Tapi ada satu kebahagian... yang i want to enjoy it myself. atau cerita langsung ke temen instead of twitter! hey i have friends!  in case i just try to anticipate peoples though. A Secret makes a Woman, Woman. i dont want  people to know how my life is goin, just because they've read my blog, twitter, fb, or another social media. i dont know, i just think my life so precious. haha... which i think... i dont have to tweet how my life is goin or what ive just did in hundreds of tweets. please then.. hundreds? one or two is quite normal err.. three it's okay.. okay, maximum is four... Five. okay done!

love u guys!
less than three <3 (btw, i know less than three from Ryan Higa Videos)
0 Comment
DECIDUOUS


Kucikakak…. Kukucikakak… kucikakak.. kukucikakak…

Gadis kecil itu menari di bawah pohon Deciduous.  Ia berputar menikmati setiap daun yang berguguran dan tertiup angin. Dengan gaun putih kesukaannya. Sesekali ia bersenandung dan tertawa, tanpa berhenti menari. Taman itu begitu sepi. Tak ada yang bisa menggangunya dari menari, dari bernyanyi, dari menikmati setiap semilir angin dan suara air mengalir di sungai. Pohon Deciduous itu tampaknya pohon deciduous terlebat, meski musim gugur ini sudah 2 minggu, daunnya tetap hampir tidak terlihat berkurang. Ajaib memang. Namun tidak banyak orang yang menyadari tempat ini.
Ia masih menari tanpa alas kaki. Rambutnya yang coklat kehitaman dibiarkan terurai, sesekali menutupi wajahnya karna teriup angin. Ketika senja semakin terlihat, ia mengakhiri tariannya dengan memeluk pohon. Gadis kecil itu terengah sambil tersenyum. Ia kemudian duduk bersandar, masih memejamkan mata.ia meluruskan kakinya.
Hari itu masih senja, gadis kecil menjinjing alas kaki nya dan mendekati sungai jernih yang berada dekat dari pohon tempat ia bersandar. Ia memandang wajahnya di atas air, dan bergumam “kucikakak, kukucikakak”.
Gaun putih itu menyapu guguran daun deciduous, sehingga semakin lama semakin memberatkan langkahnya untuk pulang.
Mademoiselle” ucap seorang pria tua.
Oui? Aku sudah harus pulang?”
Monsieur Philippe menunggu” ucapnya sopan
Mon oncle, je ne veux pas de rentrer chez— Paman, aku belum ingin pulangGissele berkata Manja, sambil memeluk paman Lucas.
“Jangan membuat saya berbohong lagi pada Tuan” Paman Lucas menggendong gissele sambil berjalan menuju mobil.
Vous n'êtes pas mon ami—Kau bukan temanku Gissele memalingkan wajah. Paman Lucas hanya tersenyum. Ini hampir terjadi setiap hari ketika musim gugur. Dan ini berlangsung selama 3 tahun.
Bumi seakan berputar lebih cepat. Matahari sudah tidak terlihat.




Papa” Gissele berlari memeluk Ayahnya ketika sampai di rumah. Tuan Phillipe kemudian menggendongnya sambil melambaikan tangan pada pembantu setia nya. Lucas. Sambil tersenyum.
“Apa ceritamu hari ini ma chérie?”Phillipe menggendong puteri semata wayang nya itu menuju kamar.
“Luar biasa! Aku menari sepanjang hari. Papa, kau tahu? Pohon itu bicara kepadaku” Ucapnya bersemangat sambil duduk di kasur bermotif Daun, kesayangannya. “Kemudian daun-daun itu mengiringi tarianku. Papa, aku sangat senang!”
Vous ne voulez pas d’inviter vos amis?— Kau tidak ingin mengajak teman mu? — ma chérie?” Phillipe membelai rambut puterinya penuh kasih sayang
Amis? — Teman? Papa, Oncle— Paman  Lucas temanku!”  Gissele terlihat marah. “Aku memiliki banyak teman di bawah pohon Deciduous”
Phillipe menghela nafas, ia tersenyum dan mengecup kening puterinya “Apapun untuk puteriku” ucapnya sambil berjalan keluar kamar.
Gissele memandang punggung Ayahnya yang menjauh. Ia beranjak dari kasur dan meraih gagang besi yang terpasang di tembok kamarnya. Kemudian ia berlatih balet. Tak lama, ia bejalan menuju meja belajarnya dan mengambil handy cam.
Dear, Papa. Hari ini aku menari di bawah pohon Deciduous. Aku senang. Meski aku sendirian. Tapi pohon itu menemaniku! Seperti melindungiku, Papa. Aku selalu suka ketika daun gugur menyentuh kepalaku. Dan hidungku yang mulai kedinginan seperti ini” Gissele merekam dirinya sendiri. “Aku Tahu, Papa menginginkan aku bermain dengan teman-teman ku. Tapi tidak ada yang mau bermain dengan ku. Kau tahu? Aku selalu ditunjuk anak aneh, karena aku suka menari dan berputar di bawah pohon Deciduous. katanya aku terlalu kekanak-kanakan untuk gadis seumurku. aku sedih, Papa. Aku tahu aku tidak aneh”
Air mata mengalir membasahi pipi Gissele.
Je Veux Maman—Aku ingin Ibu“ Tangisannya semakin keras Je Veux Maman—Aku ingin Ibu“.. ia mengulanginya lagi, seakan berharap Ibunya akan hadir. “Dan aku tidak bisa hidup tanpa benda perekam ini Papa” Ucapnya sambil terisak “Setiap hari aku bertemu Oncle Lucas. Ia menceritakan padaku bagaimana aku selalu menghapus memoriku ketika aku tidur. dia mengingatkanku untuk merekam kejadian hari ini. Dan memperlihatkan video yang aku buat sore sebelumnya. Setiap pagi aku terpukul, papa! Bagaimana aku bisa tidak mengingat setiap hal yang aku lakukan? Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bermain di bawah pohon deciduous. Meski aku tahu aku hampir melakukannya setiap hari. Tapi aku tidak ingat, Papa. Je ne me Souviens pas dutout— Aku tidak mengingat apapun— Oncle Lucas berkata padaku bahwa aku berumur 10 Tahun. Bagaimana bisa aku berumur 10 Tahun? Yang aku ingat aku masih berumur 7 Tahun. Aku melihat teman-temanku begitu bertambah tinggi. Itu membuatku tidak ingin bercermin untuk melihat seluruh badanku. Aku 7 TAHUN PAPA! Aku tidak mengerti apa yang Paman Lucas katakan! Mengapa Paman bilang Maman-ibu- sudah meninggal? kecelakaan apa? kecelakaan apa? Dis-moi papa! -Katakan padaku, papa- Dis-moi! Aaaaaaaaaaaaaa”
Gissele berteriak histeris sambil memegang kepalanya.ia melempar benda-benda di dekatnya… hingga hanya ada dia dan selimut di atas kasur, menyudut, menunduk dan memeluk lutut, tanpa berhenti terisak. Setiap isak tangisnya menyuarakan kepedihan dan kebingungan.




Monsieur” Ucap Lucas, mendapati tuannya menyandar di balik pintu kamar Gissele.
Phillipe terlihat begitu terpukul. “Puteriku. Lucas… ini salahku…” ia memukul tembok. Terlihat butir air mata keluar dari kelopak matanya.
“Ah! Tolong, Monsieur. Tidak ada yang meginginkan ini terjadi…” Lucas mengangkat Phillipe dari lantai. Ia juga terlihat sangat terpukul.
“Puteriku terlalu kecil untuk menerima penyakit seperti itu.. mengapa tidak aku saja? MENGAPA TIDAK AKU?” Phillipe kembali menunduk menyentuh lantai. “Lucas, besok kau tidak usah memberi tahunya, aku tidak bisa melihat dia begitu lagi… biarlah dia merasa dirinya berumur 7 tahun… biarlah dia tidak usah dipaksa mengerti tentang apapun… “
“Tapi, Monsieur…”
Phillipe Berdiri. “Dia puteriku, Lucas… biarkan dia merasa bahagia. Meski ini akan membunuhku”




3 Tahun sebelumnya

“Papa! Aku pergi bermain yah”
Phillipe menengok kepada Isterinya “Kalian mau kemana?” ucapnya lembut
Seine. Kita akan berperahu dan bersepeda. Ayolah.. kau harus ikut”
“Aku harus bekerja… hari minggu nanti aku berjanji kita akan jalan-jalan keliling paris”
“Aku pegang kata-kata mu Monsieur” Ucap Victoria dengan nada menggoda.
“Ayo kita pergi, Maman” Gissele terdengar tidak sabar.
Phillipe memandang punggung Isteri dan puterinya yang menjauh.



Monsieur, Ada telepon dari rumah sakit”
Quoi?” Phillipe Tersentak. Ia menerima telepon itu dan mendengarkan dengan seksama tanpa kata. Ia tersungkur jatuh.



“Anda memiliki puteri bernama Gissele dan isteri anda bernama Victoria? Saat ini Puteri anda dalam keadaan kritis, pendarahan pada kepalanya sangat banyak. Namun tim kami sedang menanganinya… kami harap monsieur tenang. Namun maaf.. kami tidak bisa menyelamatkan isteri anda”

***
Nouvelles Hadline
3 desember 2002
Sebuah mobil truk menabrak mobil lanser silver, diduga pengendara truk tersebut sedang dalam pengaruh alcohol. Kecelakaan ini memakan 2 Korban. 1 korban meninggal (Victoria, 28 Tahun), dan 1 korban kritis (Gissele, 7 Tahun). Supir Truk selamat tanpa luka berat.
6 comments