Antara Aku dan sebuah kata>> Dewasa
Sebelumnya aku bersikukuh untuk tetap menjadi aku yang seperti ini.. tidak mau tahu, tidak peka, egois, kekanak-kanakan dan segala tingkah tidak dewasa. dengan pemikiran.. umurku masih muda, harus kunikmati semaksimal mungkin, setidaknya sampai umurku 20 something dan patut untuk Dewasa. malah harus. namun sejalan dengan waktu. aku bertemu berbagai tipe manusia, dan sepertinya tipikal manusia yang mirip denganku, seperti yang kusebutkan di awal blog ini.
#nyengir
lalu apa yang terlintas di otak level patrick star ku ini?
MENGERIKAN
bahkan aku hampir kewalahan menghadapi manusia seperti itu. dan aku pun takut... apa aku seperti itu? aku berkaca dengan berusaha me replay yang terjadi selama aku hidup.. dan hasilnya?
MENGERIKAN
Sepertinya aku memang seperti itu, kekanak-kanakan, seenaknya, dan segala sikap buruk sangat melekat dengan image ku..
hingga akhirnya seperti ada kata" yang begitu saja tersirat di otakku
"Bagaimana bila mencoba menjadi Dewasa? kamu bahakan belum pernah mencoba bagaimana meredam emosimu, rin... tersenyum ketika orang menyakitimu.. atau sekedar diam menghela nafas.. dan berusaha memaafkan.. sulit? pasti. namun itu lebih baik daripada menyakiti dirimu dengan sifat" kekanak-kanakan yang hampir tidak dapat ditoleransi..."
Aku terdiam, membuka mata dan berusaha mengerti apa kata hatiku, menyaringnya dengan level otak selevel Otak Patrick Star...
Sepertinya memang Belajar untuk Dewasa, adalah pilihan terbaik.
setidaknya untuk melindungi diriku dari rasa sakit yang disebabkan segala pikiran egois =)
dan pe er saya berikutnya adalah.. meng upgrade otak agar setidaknya selevel dengan Einstein..
KeIdiot-an nya, setingkat di atas Patrick Star, bukan??
#nyengir
dan pe er saya berikutnya adalah.. meng upgrade otak agar setidaknya selevel dengan Einstein..
KeIdiot-an nya, setingkat di atas Patrick Star, bukan??
#nyengir