Menyentuh tengkuk
Aku menjejak bumi tanpa menapak, mendengar segala tanya tanpa percik cahaya. ditanya ke mana pun aku tak tahu... seperti angin rindu menghembus tengkuk leher yang berambut tipis. semua berkata segalanya padaku. namun aku tak merasa memiliki ranah di manapun.
Tak pernah kumengerti arti menyesal selama ku hidup... sebelum aku mengijaki waktu ini. aku tak mengerti arti mustahil sebelum ini. entah kini aku menapaki realita atau selama ini aku yang hidup pada alamku sendiri. Namun batas itu terlihat lebih jelas. Tak ada tanya yang bisa ku jawab. aku tidak bisa berfikir. Aku ingin pergi jauh dari sini.