Random (lagi)
Ada yang bilang menulis bukanlah pilihat tepat untuk saya. mengingat tata bahasa saya hancur *ini berlaku untuk bahasa apapun* dan tingkat ke-lemot-an saya yang sungguh teruji kwalitasnya. tapi saya kadang bingung. kedepannya apa yang akan saya lakukan? katakanlah saya sedang *yang kata-kata sekarang lagi trend* galau. melihat orang lain dengan segala kecemerlangannya, ketangguhannya. Apa yang bisa saya lakukan setidaknya untuk saya sendiri.
kita lansir satu persatu.
- Programmer. ini pilihan terlogis dan ter-tidak logis. mengapa logis? jelas, saya kuliah IT.. mengapa pula ini jadi tidak logis? jelas, skill saya gak nyampe.
- Koki. ini ngapain opsi ini bisa masuk??? pilihan paling tidak logis. udah lewat aja.
- Penulis. ini sih sama aja gak logis. kembali ke alasan awal, tata bahasa saya hancur. dan karena yang namanya penulis itu lekat sekali kekerabatannya dengan kata 'cerdas' maka ini akan menjadi profesi yang sulit untuk saya. apalagi kalau melihat blog-blog keren kayak blognya yang saya follow. cek deh... mereka kerennya ga becanda *Menenggelamkan wajah ke bantal*
yang hingga kini saya yakini adalah. saya pasti punya sesuatu yang bisa saya banggakan. ini husnudzan sama diri sendiri *meski sampai sekarang saya masih ga kepikiran.. apa yah.. hhhaa* ini tulisan berasa desperate berat. random tak terhingga.
Tapi saya sekarang lagi labil deh beneran. sedang terbelalak dengan kecemerlangan semua orang di sekitar saya. dan merasa bukan apa-apa.... ini terdengar seperti keluhan. memang keluhan. hal pertama yang harus saya lakukan tidak melihat kemanapun dan tetap bergerak. saya yakin. idiot seperti saya pun pasti bisa melakukan apa yang orang cerdas lakukan. meski satu-satunya kemampuan yang saya punya adalah semangat.