Mariyat
Ibu Gilan tertawa... seperti anak raya kehilangan dusta di mata sang pemenggal tahta
yacusa melihat semuanya enggan tentram dan terbelai beningnya mebun sempoyongan di kota mariyat. tidak.. tidak begini cerita dimulai...
Ara memapah senja pada pemiliknya
tepat saat awan dengan berkala bergabung dengan kawanan angin
