My First Time at IF Peduli
Maka berikan aku satu alasan saja untuk tidak bersyukur atas kehidupan.
03 April 2011
IF Peduli, berkunjung ke Panti Asuhan di Ciganitri.
Berkunjung ke sana adalah hal yang luar biasa menyenangkan. apalagi perjalanan menuju panti asuhan ciganitri itu dong.. Subhanallah sekali! hehe #nyengir
perjalanan memakan waktu lebih dari seharusnya, yah.. kami sedikit menjelajah karena naluri penjelajah yang sangat tinggi dan tak tertahankan *nyasar mah nyasar aja lah yah.. #lalalala*
ketawa-ketiwi? pasti. nyasar juga dinikmati banget. hehee..
tapi itu agak berubah ketika kami sampai di panti asuhan. aku pribadi, sama sekali tidak mengira mereka akan menunggu kami. di sana ada sekitar 20-30 orang, rentang usia 6-17 Tahun, baik itu perempuan atau laki-laki. mereka berkumpul di Majlis Ta'lim. menunggu kami.
senyumku berubah menjadi ekspresi canggung.
melihat anak-anak kecil berjilbab dan berbaju koko itu menunggu.. membuatku merasa bersalah.. sungguh :((
Anak anak di sana sungguh luar biasa. mereka sangat pandai bersyukur. jujur aku belajar banyak hal dari mereka. untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun. karena semua dari Allah, dan kepada Nya lah kita berlari. aku bangga bisa ikut, walau hanya jadi seksi huru-hara *ikut ngerepotin aja* di sana #nyengir
Mereka bukan hanya anak yatim-piatu . tapi juga kaum Dhuafa sekitar panti.
aku mendengar dari Bunda *yang mengurus panti* bahwa mereka tidak mempunyai kepercayaan diri. secara psikologis, mereka merasa berbeda dengan teman-teman di sekolahnya dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. mereka mungkin masih bisa tersenyum dan tertawa, juga bersyukur. namun terkadang mereka merasa kecil karena keadaan.
Mereka mempunyai minat baca yang tinggi, mereka ingin mendapat berita yang sama dengan lain. namun lagi-lagi, fasilitas tidak memadai.
Hanya membaca blog ini, pasti rasanya masih samar.
maka, coba pedulilah, berkunjunglah, berbagilah dengan mereka.
Banyak orang yang mengkhawatirkan Afrika, Afganistan dan negara" lain.
Selama ini aku hanya berada di lingkungan kampus. melihat panti asuhan hanya dari TV.
ternyata mendengar cerita mereka secara langsung, lebih membuat aku terenyuh.
Jangankan laptop. komputer saja hanya 1 di panti.
itu pun menurutku komputer yang sebaiknya sudah tidak digunakan.
Mereka bukan hanya anak yatim-piatu . tapi juga kaum Dhuafa sekitar panti.
aku mendengar dari Bunda *yang mengurus panti* bahwa mereka tidak mempunyai kepercayaan diri. secara psikologis, mereka merasa berbeda dengan teman-teman di sekolahnya dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. mereka mungkin masih bisa tersenyum dan tertawa, juga bersyukur. namun terkadang mereka merasa kecil karena keadaan.
Mereka mempunyai minat baca yang tinggi, mereka ingin mendapat berita yang sama dengan lain. namun lagi-lagi, fasilitas tidak memadai.
Hanya membaca blog ini, pasti rasanya masih samar.
maka, coba pedulilah, berkunjunglah, berbagilah dengan mereka.
Banyak orang yang mengkhawatirkan Afrika, Afganistan dan negara" lain.
tapi, peduli lah pada lingkungan terdekat. hal itu akan jauh terasa. lingkungan terdekat yang terabaikan. yang bahkan tak tersirat. namun sebenarnya, merekalah yang memang mebutuhkan uluran tangan kita.
terimakasih atas hari minggu yang luar biasa, IF peduli =)
Satu Indonesia, Satu Hati, Satu IF
Karena kami Keluarga..
Karena kami Keluarga..
