Manusia dan Bahasa
Bahasa.
Setiap manusia memiliki cara berbahasa yang berbeda. Dan saya termasuk manusia yang mengagumi cara setiap lain berbahasa.
Saya menyukai komik, ketika sd-smp
Saya menyukai novel teenlit ketika smp
Saya menyukai novel sci-fi, keluarga, dan yang mengandung sejarah/ epic, mitologi, sejak smp-hingga kini
Tapi dari semuanya. Saya menyukai ketika saya membaca apa yang teman saya tuangkan. Cara mereka bercerita, merangkai setiap kata untuk menyamarkan setiap makna. Betapa luar biasa mengenal orang yang saya kenal di dunia nyata, dengan membaca tiap tulisannya di dunia maya.
Cara bercerita teraman adalah melalui tulisan. Kita dapat menyembunyikan semua rasa karna dibalut oleh bahasa dengan berbagai gaya. Menuangkan kemarahan dengan sebaris kalimat namun disamarkan dengan tanda baca. Bahkan memancing emosi pembaca hanya dengan pemilihan kata yang bisa memutar balikkan rasa dan hawa. Setiap kata adalah karya, setiap bahasa adalah harta. Dan semua manusia memilikinya, terlepas dari ia menuangkannya atau tidak. Kita bisa membaca pribadi seorang penulis, dari karya pertamanya. Karna ia jujur.
Karya kedua dan setelahnya?
Ia pasti sudah pandai bercerita dengan gayanya, membuat sesuatu yang sulit diterka, bahkan arti sebenarnya pun langka. Maka tak ada alasan bagi saya untuk tidak suka membaca. Bayangkan, kita bisa masuk ke dalam jalan pikiran penulis dan tenggelam sesaat dalam riuh bahasanya. Hujan sastra da kenikmatan metafora yang bisa membuat kita “egois” untuk tidak bisa menolak alur penulisannya. Ya. Saat membaca, kita hanya bisa menuruti apa kemauan nya. Karena kita hanya bisa pasrah dalam segala catatan yang terlihat di mata.
Coba saja, Tanya temanmu yang memiliki media online untuk mempublikasikan catatannya. Baca, dan bandingkan dengan dia yang setiap hari kau kenal, mengenali cara dia berbahasa. Dan kau akan terkesima. Betapa luar biasa setiap apa yang mereka tuangkan.
Ya. Saya sedang terkagum. Oleh semua teman, ketika saya membaca setiap apa yang mereka unggah. Saya hanya tersenyum, dan bersyukur, kami memiliki cara berbahasa yang berbeda, namun tetap bisa menerima. Ketika perbedaan terasa indah, ketika perbedaan saling melengkapi, ketika itu, kita bisa memiliki teman sejati.
*
Salam =)





