Random
In case. We could know which one care and which one pretending to be.

Menggelikan bukan?
It really is.

Dalam hidup kita memang akan menemukan orang munafik. Dan kita harus terbiasa. Karna jumlah mereka banyak.

Just stand. Look every single molecule around u. Beware everything.

posted from Bloggeroid

0 Comment
Terimakasih Kepada Nissa
Saya mungkin tidak akan menemukan makhluk se spesial ini. kami saling tahu sejak SD. saya tidak begitu kenal, saya hanya Tau namanya icha, anak kelas B dan pintar. sedangkan saya, Irin anak kelas A dan biasa saja. Ketika SD, pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) Yang artinya adalah hari tidak belajar teori *di SD saya waktu itu* karena seharian hanya belajar Penjaskes di lapang (baca: olahraga (pengertian: main di lapang)) Olahraga *permainan* kesenangan kami pada saat itu adalah main Kasti *Bahasa Desa-nya Baseball* dan kelas A vs Kelas B selalu diakhiri pertengkaran. gitu lah anak kecil, kalau kalah ngamuk dan ga terima. maka saya sama icha juga musuhan setiap hari sabtu. kebetulan saat itu, saya dan icha adalah orang yang ngalungin bola. apa sih namanya? pitcher bukan? ya kalau salah ralat aja.

Icha selalu mendapatkan nilai baik. ketika lulus SD pun dia mendapat NEM yang lebih baik dari saya. meskipun, kami masuk ke SMP unggulan di Subang *SMPN 1 Subang* kami lagi-lagi beda kelas. Icha kelas A, saya kelas C. pembagian rapot pertama ketika SMP, saya dengar Icha ranking 1. saya juga! tapi saya ciut begitu dengar jumlah seluruh nilai nya. meski sama-sama peringkat pertama, jumlah nilai saya kalah. dan ini dipampang di insa *Majalah sekolah. INfo SpensA* Icha ada pada urutan ke-3 nilai tertinggi di sekolah. saya berada di urutan ke 8. kesal. 

Kelas 2 SMP, ternyata kami se-kelas... kelas A. ya Tuhan... saingannya semakin banyak.. saya khawatir sulit mendapatkan peringkat pertama. dan memang saja. saya anteng di peringkat ke 3 selama 2 semester berturut-turut. tapi sekelas dengan Icha adalah hal yang menyenangkan. kami sama-sama penggila komik jepang. dia begitu menggilai Detektif Conan. dia hafal setiap episode *bahkan mungkin halaman* sebegitu cinta dengan Conan, dia menempel berbagai poster di kamarnya, juga hasil lukisannya. saya ingat pernah membuat ia menangis. karena memamerkan komik conan seri 41 yang sudah habis di tukang komik depan sekolah, yang pada akhirnya tetap saya harus mencari hingga dapat, untuk menghentikan tangisan Icha *dia tidak mau meminjam Conan, dia ingin punya* Icha ini sangat pintar melukis. bagi saya tangan dia adalah tangan ajaib. pintar membuat pernak-pernik, pintar melukis, tapi payah dalam memasak. hhu.

kelas 3 SMP kami dpersatukan lagi. sekelas. dan sebangku. Sungguh.. dia teman yang selalu menjadikan saya memiliki image galak dan suka marah-marah.. padahal dia yang suka memarahi saya *protes* Icha: pemalas yang Rajin, Beloon yang pintar, Pendiam yang Cerewet. dia sangat pandai di matematika, sedangkan saya timbul pada bahasa. Saya suka berdebat. Dia suka perhitungan dan logika. Dan diantara kami. tidak ada yang menyukai benda feminim. 

Tapi Cerita saya dan Icha lebih dalam semenjak SMA. Dia dengan cerewetnya memarahi ketika saya hilang percaya diri, terdiam ketika saya menangis, tertawa ketika saya bahagia. Teman Perempuan pertama yang saya percaya bahwa iya benar-benar gembira ketika saya bahagia. tak ada rasa iri di dalamnya. karna saya pun begitu. 

Saya sedikit benci ketika Lulus SMA, icha kuliah di jogja.. saya di Bandung.. Jurusan yang kami ambil cukup mengejutkan, Icha memilih Hubungan Internasional, Saya memilih Teknik Informatika. *ini tertukar sepertinya*, Hubungan persahabatan kami tidak banyak aturan. kami tidak sering chatting, sms ataupun telepon. tapi ketika bertemu kami cerita begitu banyak. dan berfoto. hhe

Pernah saya menelepon Icha, dalam keadaan setengah menangis. Icha mendengarkan dengan diam.. kemudian ia bicara "Rin, Maaf yah icha ga ada di sana" 

Kalimat itu sungguh membunuh. semakin dalam saya menangis dalam syukur. terimakasih saya memiliki teman yang lebih dari teman. Dia adalah orang yang sangat mudah memarahi tanpa membenci. kesal tanpa mendendam. dia orang yang sedih ketika saya merasa terpuruk, marah ketika saya menangis, dan gembira ketika saya bahagia. Orang pertama yang saya yakini tidak ada perasaan untuk menjatuhkan saya. yang tidak membicarakan dibalik punggung. seorang wanita ceria dengan perasaan tulus.

Keadaan ini tidak seperti dulu.. ketika bahagia yang ingin saya bagi.. dengan cepat bisa saya bagi.ketika menangis.. Ketika bersama bercerita mimpi. kini kami berjalan pada garisnya masing-masing.. Melangkah menuju Kedewasaan. Meski jauh, saya harap hati kami masih terkait, saya harap kami masih terus mendoakan satu sama lain. Teman terbaik yang saya punya, saudara perempuan yang segala sifatnya bertolak belakang dengan saya. Nissa isalani, yang nanti akan menjadi Duta besar. Rininda Restu Trisuci, yang nanti akan menjadi penulis. kami akan meraih mimpi kami. tapi kami akan tetap melakukan hal bodoh yang menjadi kebiasaan kami: Berfoto *jangan tanya mengapa hal ini kebodohan bagi kami*

Hey kau di sana.. mari berlomba menuju garis finish mimpi.
Karena mimpi itu akan berakhir dan berubah nyata. Mari berjuang teman, sahabat, saudara, dan rival seumur hidupku... semoga akan tetap saling memarahi ketika salah satu merasa putus asa. 

ku tunggu kau memarahiku, icha =)

                               Now We've Grown Up. but we will never forget those silly moments


2 comments
Asa hilang
Manusia itu sempurna karna memilki kekurangan dan kelebihan. Nafsu dan logika, rasio dan iba. Pernah kamu memikirkan betapa mengerikannya manusia tanpa kelebihan? lebih buruk lagi: manusia tanpa kekurangan.Dunia ini tidak cukup indah bila dibandingkan dengan surga. namun mengapa pula harus dibandingkan? rasa sakit apapun tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan sakitnya siksa neraka. kenapa lagi harus ada komparasi? sifat alami manusia memang.. membandingkan yang jelas bukan perbandingannya. Membandingkan manusia satu dengan lain, yang sampai kapanpun tidak akan pernah sebanding.

Apa yang kalian Pikirkan? bukankah kalian manusia?

Akuilah bahwasanya semua manusia memiliki cobaannya sendiri. ujiannya masing-masing. yang tak kan lain mengerti. titik lemah.. ya titik lemah. setiap individu memilikinya. yang bisa kita lakukan bukan meng komparasi titik lemah kita dengan titik lemah orang lain. itu sia-sia. idealnya kita tahu titik lemah dan memperbaikinya dengan titik terkuat kita. kembali, itu hanya teori.

banyak hal yang bisa membuatmu menitikkan embun dari salah satu inderamu, merasa apatis dengan segala hal yang terjadi. apa ini? seharusnya kita tahu keputus-asaan adalah dosa. menangislah keras pada Nya. memohon bersimpuh dan berdoa hanya pada Nya... karena hanya di hadapan Allah, kita tidak perlu berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa.
1 comments
Random (lagi)
Ada yang bilang menulis bukanlah pilihat tepat untuk saya. mengingat tata bahasa saya hancur *ini berlaku untuk bahasa apapun* dan tingkat ke-lemot-an saya yang sungguh teruji kwalitasnya. tapi saya kadang bingung. kedepannya apa yang akan saya lakukan? katakanlah saya sedang *yang kata-kata sekarang lagi trend* galau. melihat orang lain dengan segala kecemerlangannya, ketangguhannya. Apa yang bisa saya lakukan setidaknya untuk saya sendiri.


kita lansir satu persatu.
  1. Programmer. ini pilihan terlogis dan ter-tidak logis. mengapa logis? jelas, saya kuliah IT.. mengapa pula ini jadi tidak logis? jelas, skill saya gak nyampe.
  2. Koki. ini ngapain opsi ini bisa masuk??? pilihan paling tidak logis. udah lewat aja.
  3. Penulis. ini sih sama aja gak logis. kembali ke alasan awal, tata bahasa saya hancur. dan karena yang namanya penulis itu lekat sekali kekerabatannya dengan kata 'cerdas' maka ini akan menjadi profesi yang sulit untuk saya. apalagi kalau melihat blog-blog keren kayak blognya yang saya follow. cek deh... mereka kerennya ga becanda *Menenggelamkan wajah ke bantal*

yang hingga kini saya yakini adalah. saya pasti punya sesuatu yang bisa saya banggakan. ini husnudzan sama diri sendiri *meski sampai sekarang saya masih ga kepikiran.. apa yah.. hhhaa* ini tulisan berasa desperate berat. random tak terhingga.
Tapi saya sekarang lagi labil deh beneran. sedang terbelalak dengan kecemerlangan semua orang di sekitar saya. dan merasa bukan apa-apa.... ini terdengar seperti keluhan. memang keluhan. hal pertama yang harus saya lakukan tidak melihat kemanapun dan tetap bergerak. saya yakin. idiot seperti saya pun pasti bisa melakukan apa yang orang cerdas lakukan.  meski satu-satunya kemampuan yang saya punya adalah semangat.
0 Comment
Barbarian
Aku hidup di masa ini, pada masa manusia saling menyakiti, bahkan melukai diri. ini mendekati jaman barbarian dalam masalah perasaan. Manusia gusar memilih dan meyakiti. entah dalam sadar ataupun tidak. yang jelas satu perasaan telah mati karenanya. jaman barbar tidak mengenal jenis. Entah Pria maupun Wanita hampir sama memiliki kemungkinan besar untuk mencuri dan menelanjangi hati. apa yang mereka cari? karena damai bukan seperti ini. layaknya uraian komedi yang menggelakkan tawa, menertawakan lakon menderita. Apa yang mereka harapkan? karena bahagia seperti itu tak patut dibanggakan. Apa yang mereka Lakukan? meng atas nama kan Cinta terhadap segala perbuatan. tanpa tahu rupa cinta seperti apa.
0 Comment
Randomnizing *apa juga*
 Aku masih berhadapan dengan layar redup komputer jinjing, mengkoneksikan dunia nyata dan dunia maya. entah aku tenggelam atau tidak, aku tidak beranjak dari barang elektronikku ini kecuali ketika aku berada dalam keadaan harus meninggalkan komputer jinjing ku meski dalam beberapa menit. TV di kamar pun masih menyala, ada acara musik hari ini. maka aku tidak menyalakan Zune Player pada komputerku ini. Handheldku pun menyala, namun dalam keadaan batre yang harus diisi ulang. maka tak kusentuh dulu. lagipula aku dan komputer jinjing ku pun sedang terkoneksi pada dunia maya, toh. Ah.. pertandingan chelsea vs m.u mulai. ku pindahkan channel TV tanpa mengalihkan pandanganku dari layar redup komputer jinjingku.
2 comments
Im living this Life!
La to the la to the la.. jadi Lalala #gakpenting.

Setelah lamaaa sekali liburan, akhirnya kembali pada rutinitas.. kuliah. ahiw! jadi inget dulu waktu semester 4.. waktu lagi hectic-hectic nya dan saya banyak ngeluh 

"Ini tugas kapan bereess"
"Jahat banget jadwalnya"
"Ga tidur lagi ga tidur lagi"
"Ampun.. ga mau jadi Programmer!"


dan kebanyakan kata-kata itu keluar ketika deadline! benci banget sama deadline yang bikin semua jadi berasa terburu-buru dan gak berseni *saat itu*


selesai UAS.. selesai semester 4.. libur puasa.. iyah libur dan lama banget! 

minggu pertama : Aseeek banget deh.. dadah tugas..
minggu kedua  : Main yuk.. nonton yuu.. pulkam..pulkam
minggu ketiga : dompet menipis.. ga kuliah = ga dapet uang jajan.. tapi pengeluaran normal. ah!
minggu ke empat : pengen ke banduuung.. pengen sibuk lagi.. bosen di rumah teruss.. bosen ga ada kerjaan *nangis


dan sekrang masuk minggu pertama kuliah, dengan tugas seabrek dan deadline. 
saya nyengir

ternyata saya cinta banget sama sibuk dan hampir gabisa ngapa-ngapain. cinta banget sama deadline yang sebenernya adalah seni utama dari ngumpulin tugas. #nyengir

semester 5 ini sudah dipastikan lebih hectic dari semester sebelumnya. jauh lebih hectic. Entah, tapi justru ini yang bikin saya ngerasa "Yes, im living this life"


*mudah2an semangat ini bukan cuman di awal semester. amin
0 Comment
Keputusan Sidang
Sidang istbat telah mengetuk palu. bahwa 1 syawal jatuh pada tangga 31 Agustus 2011 (masehi), ini pertama kalinya saya harap-harap cemas masalah lebaran.. *biasanya harap-harap cemas awal puasa* dari pagi udah masak-masak.. beres-beres... dengan prasangka besok (30 Agustus 2011) akan lebaran. namun ternyata lebaran jatuh pada 31 Agustus 2011. hhe

Nonton sidang, bikin saya merasa sangat awam masalah Agama. kaya kata teteh "Aduh ini mah mesti banyak belajar lagi.."  

Twitter ramai sekali. begitupun facebook. ada yang setuju dengan keputusan sidang, ada juga yang menghujat. saya pribadi karena merasa awam.. setuju-setuju saja dengan keputusan sidang, kalau memang ternyata hilal belum terlihat atau kalaupun ada yang melihat belum 2 derajat *katanya minimal 2 derajat yah? * saya meyakininnya dengan Bissmillah.

Namun tidak dapat dipungkiri, 1 syawal yang diiluar perkiraan ini berdampak tidak sedikit. misalnya berdampak pada mereka yang mengatur jadwal kerja.. *kebayang yah... *

Saya ga masalah besok puasa lagi.. sangat tidak masalah. hanya saja.. semangat hari terakhir puasa tahun ini agaknya berbeda denga tahun-tahun lalu.. Ah.... harus lebih baik! 
tidak boleh ada penurunan kwalitas yang membuat saya jadi orang yang merugi! =)

Tanggal 31 Agustus 2011 lebaran.. Bissmillah..

*Ada yang lebaran hari ini, besok, dan lusa... saling menghargai selalu =)
0 Comment
Generasi kini
PEMUDA
vocal: Chaseiro

Pemuda, kemana langkahmu menuju
Apa yang membuat engkau ragu
Tujuan sejati menunggumu sudah
Tetaplah pada pendirian semula

Abstrak....  langkah yang abstrak... tidak mengerti kemana, dan bagaimana... aku hanya melangkah, dan menerka terang, seringkali ragu..

Dimana artinya berjuang
Tanpa sesuatu pengorbanan
Kemana arti rasa satu itu


Entah, seringkali merasa tak sepaham.. ini sepertinya menjadi kendala bertahannya rasa "satu", berjuang sendiri-sendiri untuk kepentingan masing-masing? mengorbankan lain, alih-alih diri sendiri.. semoga tidak berakhir seperti ini.

Bersatulah semua seperti dahulu
Lihatlah kemuka
Keinginan luhur kan terjangkau semua


Entah apa definisi "Keinginan luhur" bagi pemuda, dewasa ini...

Pemuda, mengapa wajahmu tersirat
Dengan pena yang bertinta belang
Cerminan tindakan akan perpecahan
Bersihkanlah nodamu semua


Ya. memang. berteriak melempar serapah bukan tindakan yang dibenarkan bagi siapapun, terlebih lagi pemuda terpelajar, kini. menusuk etnis dan perbedaan agama. sebenarnya sadar atau tidak, kini paham materialis yang memimpin.

Masa depan yang akan tiba
Menuntut bukannya nuansa
Yang selalu menabirimu pemuda
 

nuansa dan angan lepas memang menjadi tabir realis. bahagia begitu diimingi janji.


Pemuda generasiku, tidak muluk ku berharap kita bergandengan tangan. tidak muluk ku berharap kita berpeluk satu saudara.. hanya saja, semoga setiap peluh yang menetes, setiap tatapan penuh harap, setiap teriakan hati kita, berkata sama. 

"Aku yang akan menjaga Indonesia ku"
1 comments
Terimakasih - Sesi 1
Terimakasih telah bikin inbox hape saya penuuh sama ucapan selamat yang sungguh koclak tapi bikin saya terharu *terharu banget punya temen2 ga normal tapi saya masih sanggup normal* makasih atas segala best wishes kalian yang aneh2 dan ga berhenti bikin saya nyengir, never though kalian separah ini =))

aduh coba rada normal kata2nya..kan bisa bikin saya ngerasa lebih normal *=p... tapi love you semua temen-temen SMA yang ga ada matinya. u rawk!
0 Comment